Sunday, April 12, 2020

Reebok terkenal karena sepatu pompanya

Reebok International Ltd. adalah sebuah perusahaan perlengkapan dan alasan kaki atletis.
Reebok menghasilkan dan mendistribusikan barang-barang fitness dan olahraga yakni sepatu, pakaian dan aksesoris kerja di luar ruangan, dan keperluan pelatihan. Reebok adalah sponsor keperluan dan alas kaki resmi untuk CrossFit, Spartan Race, dan Les Mills.

Perusahaan tersebut didirikan pada 1895 dengan nama J.W. Foster and Sons di Bolton, Lancashire, Inggris. Perusahaan ini kemudian diganti namanya menjadi Reebok dan beroperasi sebagai subsidiari dari Adidas sejak 2005. Kantor besar global-nya terletak di Canton, Massachusetts, A.S. dengan pusat-pusat regional di Amsterdam (EMEA), Montreal (Kanada), Hong Kong (Asia Pasifik) dan Mexico City (Amerika Tengah dan Selatan).

Sejarah awal

Pada 1890 di Holcombe Brook, sebuah desa kecil yang berjarak 6 mil dari timur laut Bolton, Joseph William Foster membuat dan menjual sepatu untuk berlari setiap hari.


Joseph William Foster

Pada tahun 1890, Joseph William Foster, yaitu seorang pengrajin sepatu menciptakan sepatu yang pada tahun 1895, ia berhasil membuat sepatu untuk para pelari kelas atas.Ia juga membuatnya dengan tangan nya sendiri di perusahaannya JW Fosters And Sons.

Pada tahun 1924, JW Fosters And Sons membuat sepatu lari yang diperkenalkan di olimpiade musim panas.Peristiwa itu dirayakan dalam film Chariots Of Fire.Kemudian di tahun 1958, cucu dari JW Foster memutuskan untuk membuka cabang dan membentuk sebuah perusahaan baru yang mereka sebut REEBOK. Mereka memilih nama REEBOK yang berarti Gazelle atau Rusa Afrika karena mereka ingin menggambarkan kecepatan, gaya, dan talenta seperti seekor rusa. Meskipun sepatu buatan mereka laku di Inggris, mereka masih banyak mengalami kesulitan untuk mendapatkan perhatian dunia.

Di tahun 1979, pada acara pameran perdagangan Internasional di Chicago, Paul Fireman yang merupakan pengusaha alat olahraga tidak sengaja memperhatikan produk Reebok dan meilhat potensi besar dalam produk Reebok yang dinilainya memiliki kualitas tinggi. Fireman merasa bahwa kualitas sepatu tersebut akan membuat perusahaan Reebok terkenal di Amerika Utara. Tanpa membuang-buang waktu, Fireman menegoisasi kesepakatan untuk lisensi dan mendistribusikan merk Reebok ke Amerika Serikat dan pada saat itulah lahirlah Reebok.


Paul Fireman

Di tahun yang sama pula, Fireman memperkenalkan tiga sepatu lari reebok ke pasar. Lalu ia memiliki keyakinan terhadap produk yang dihargainya $60 akan laku di pasaran, meskipun produknya hanya sepatu lari yang merupakan paling mahal di pasaran pada saat itu. Pada tahun 1981, Reebok di Amerika Serikat telah menghasilkan lebih dari $1,5 juta dalam penjualan dan ini semua dilakukan dengan menjual sepatu sederhana. Sebuah langkah dramatis yang ditempuh Reebok dimana pada tahun 1982 mereka telah meluncurkan sebuah sepatu atletik pertama yang khusus dirancang bagi perempuan. Ini merupakan sepatu khusus Aerobik pertama yang kemudian dinamakan dengan Freestyle. Langkah ini membantu Reebok merebut sebagian besar pangsa pasar di tahun 1980-an.

Kemudian di tahun 1989, Reebok telah membuat akuisisi dengan Rocport, yaitu perusahaan yang membuat penelitian untuk bahan dan teknologi dalam sepatu. Hal ini membuat Reebok makin unggul, Reebok memperkenalkan sepatu Pump ke dunia basket. Sepatu itu dirancang khusus untuk atlet bola basket. Sepatu ini menggunakan kantung udara yang dapat digelembungkan oleh pompa kecil berbentuk bola basket yang terletak di lidah sepatu, dan ketika ditekan akan mendorong kantung sehingga sepatu ini konon katanya dapat menambah daya pegas dan tungkai kaki. Sepatu ini dirancang untuk merebut pasar produk Nike Air. Meskipun penjualan perdananya mencapai harga $170 atau hampir dua kali lipat harga sepatu basket lainnya, Reebok tetap laku keras. Selama periode 4 tahun mereka menjual lebih dari 20 juta pasang di seluruh dunia.

Sebagian penjualan terus menurun sepanjang tahun 90-an, Reebok kemudian mencari cara untuk memperoleh kembali pangsa pasar yang sedang didominasi oleh Nike pada saat itu. Setelah berbagai upaya gagal untuk mencapai hasil, Reebok memutuskan untuk mencari dukungan sebagai cara untuk meningkatkan brand awareness. Tahun 1991 pada ajang kontes Slam Dunk All Star weekend NBA, Rookie Boston Celtic Dee Brown dengan Reebok putih hitam dan pompa warna orange melakukan dunk yang selamanya akan diingat oleh fans basket NBA, dimana sebelum Brown melompat, dia membungkuk dan kemudian seakan akan dipompa Reeboknya. Ia melayang di udara untuk kemudian melakukan dunk sambil menutup mata dengan lengannya kemudian mendarat dengan membungkuk ke depan seolah-olah mengempiskan pompanya. Setelah itu Reebok menjadi terkenal di kalangan remaja dimana-mana karena mereka merasa sepatu ini bisa meningkatkan permainan basket mereka ke tingkat pro.


Brown

NBA, sepatunya yang dikenal sebagai “Answer” pun laku keras dalam waktu singkat dan membantu membawa Reebok kembali ke garis depan industri sepatu basket. Pada tahun 2001, Reebok membuat komitmen besar untuk Iverson dengan menandatangani kontrak jangka panjang yang menjamin Iverson sampai hari-harinya di NBA berakhir.


Allen iverson

Kemudian pada tahun 2005, selama NBA All Star weekend, Reebok memperkenalkan ATR New Pump.Sepatu ini didasarkan dari teknologi yang sama dengan “Pompa” edisi pertama, tapi kali ini pompa terletak pada pergelangan kaki luar sepatu yang membuat atlet mendapatkan letak kaki yang sempurna pada sepatu.Selam NBA All Star game 2005, superstar NBA Allen Iverson dan Yao Ming memamerkan sepatu New Pump kepada dunia.Selain Iverson dan Ming, superstar Steve Francis, Baron Davis, dan Jerome Williams juga mengenakan New Pump.

Tak lama setelah debut ATR New Pump, Reebok terguncang sekali lagi.Mereka dibeli oleh Adidas Salomon sebesar $ 3.780.000.000. Alasan untuk merger ini cukup jelas bagi semua orang di industri sepatu.Pertarungan Reebok dan Adidas terus menerus membuat mereka berada di tempat kedua di belakang perusahaan sepatu raksasa Nike.Mereka merasa bahwa dengan menggabungkan kekuatan, mereka mungkin dapat menggulingkan Nike dan menjadi produsen sepatu nomor satu di dunia.Tapi jalan mereka masih panjang sebelum membuahkan hasil.Pada tahun 2004, Nike memiliki kurang lebih 36% pangsa pasar di industri sepatu Amerika Serikat dimana Adidas dan Reebok gabungkan sekitar 21%.Dengan Reebok bergabung dengan Adidas, mereka mencari cara untuk mendapatkan kembali popularitas yang mereka alami pada tahun 90-an.Dengan terus membangun dan memasarkan produk sekitar superstar NBA, Reebok berharap akan segera kembali menjadi populer di antara Ballers di seluruh dunia.

Semoga Bermanfaat.

1 comment:

Featured Post

Sejarah Unik Brand Polo

Sejarah polo shirt bermula dari penemuan baju olahraga tenis dengan kerah dan blacket berkancing. Kaos wangki sering menjadi sebutan untuk p...